Ga habis pikir aja, kenapa perubahan diri orang-orang tertentu menjadi lebih "wah" dan rela menanggalkan sesuatu yang dulu sudah pantas dan baik. Apa sih pilihan mereka? kenapa ga sesuai banget sama nilai-nilai yang seharusnya, dan.... bikin risih sendiri.
Risih yang sebenernya adalah karena mereka-mereka yang ada dalam pengamatanku adalah orang-orang yang pernah ada dalam riwayatku (dari sekedar tau, kenal, sampe deket) dan membuatku berubah juga dalam menilai mereka.
Inget sama masa ketika baru masuk ke jurusan ditahun kedua kuliah. Di sebuah acara penyambutan MaBa, ada perbincangan dengan salah seorang narasumber yang juga seorang dosen. Ada kata2 yang terukir-ukir dan masih ku ingat maksudnya.
Intinya, setinggi apa pun pencapaian kita, berusahalah untuk tetap sebagai diri kita di masa lalu, sekarang, dan esok. Maksud mendalamnya si, lebih ke pesen supaya pertambahan reward di hidup kita, ga menghilangkan jati diri.
Suka banget sama prinsip seorang dosen itu, yang ku yakin emang susah untuk tetap berdiri sebagai jati diri kita kapanpun dimanapun saat semua yang kita harapkan terpenuhi. Pasti bakal banyak godaan-godaan yang menjadi bayangan2 tersendiri. Prinsip itu emang harus bener2 dipegang teguh yaa..
Perubahan tentang mereka disekelilingku yang kali ini diangkat adalah seputar perubahan-perubahan yang cenderung tak sesuai harapanku, di luar dugaan!
Orang-orang tertentu bermetamorfosa menjadi sosok yang jauh di luar dugaan.
Keberadaan harta saya rasa sangat mempengaruhi pola pikirnya. Saat ada hal itu, dan sangat cukup, mungkin kepuasannya akan lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Kepuasan itu bisa dalam bentuk metamorfosa penampilan yang~ duuuh, bukan gue bangeet!
yang masih ku hormati dari sosok ini adalah suatu pemikirannya yang masih sama seperti dulu.Ada lagi orang yang metamorfosa menjadi sosok yang sering nongol dengan pose dan penampilan woow. Ntah apalah metamorfosa yang ini. Cuma bisa bikin geleng-geleng kepala... dan merasa, menggelikan untuk melihat semua itu.. No comment..
Apasih kawan yang kau harapkan dengan metamorfosa seperti itu? *Just ask.
Lainnya... orang yang menelan ludahnya sendiri. Well, mungkin ini sering kita alami. Tapi kalo terkait tentang hal yang bener2 udah bertolak belakang banget sama yang pernah keluar dari mulut, idiiih, ga salah tuh malahi berubah jadi yang kayak elo omongin di waktu itu (dan dihadapan gue)??
Hikmahnya siih, jangan asal menjudge sesuatu yang relatif dinamis karena bisa aja hal itu bakal menjadi pertimbangan ulang bagi diri kita sendiri. Dan lebih baik si, berpikir sebelum berbicara.
Jadi ingeet ada "mahfudzat" yang kurang lebih berbunyi:
"pikirkanlah dahulu sebelum engkau kerjakan"
Dan, dan... menurut pengamatanku. Orang-orang yang banyak bicara itu cenderung fluktuatif!!
Kalo lagi seneeng bisa sampe buat sesuatu yang geje.
hahahaha.. paaansi orang ini
yah yah. walau orang itu ga jauh2 amat, tapi ada waktunya ada pikiran :
kenapa si orang ini? ga cocok banget sama gue, gaaaak bangeeeet!
ga bisa bikin nyaman buat jadi temen gue, ga bisa nempatin sikap yang semestinya.
yah, mungkin itu penilaian pribadi siih. Tapi kadang yang ada di pikiran ini bakal dipikirin orang lain juga loh. Saran si buat sosok ini:
Lihat lah mendalam disekelilingmu. jika kau tau benar bagaimana keadaan itu, tempatilah dirimu sesuai dengan kondisi itu, beradaptasilah. Apalagi jika kau tak tau benar sekelilingmu, perhatikanlah!
Well.. diriku juga bukan sosok yang sempurna. Penilaian tentang diriku silahkan dinilai sendiri-sendiri. Tidak bisa menyampaikan penilaianku terhadap mereka mungkin salah satu dari ketidaksempurnaanku...
Yang kuharapkan adalah mereka bermetamorfosa menjadi sosok yang patut ku teladani atau menjadi lebih baik.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar